Kamis, 18 Juli 2013

Kerjasama Pertahanan, Mulai dari Kapal Selam hingga Rudal

Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) memastikan kerjasama alutsista dengan sejumlah negara terus berlanjut, termasuk dengan Korea Selatan, China serta Turki. Dalam jumpa pers di gedung Kemhan Rabu (15/05) siang, KKIP menjelaskan panjang lebar sejumlah kerjasama yang tengah dan akan berlangsung.
Baru-baru ini terjadi polemik tentang pengadaan Kapal Selam dari Korea Selatan. Untuk menjawabnya Kementrian Pertahanan menyatakan, akan mengamandemen kontrak dengan pihak DSME Korea Selatan. Salah satu amandemen adalah jika sebelumnya kapal selam ke-3 dirakit di PT.PAL, maka pada perubahan ini kapal selam tersebut sepenuhnya dibuat total di Surabaya. Sehingga mulai dari modul, bagian-perbagian hingga perakitan sepenuhnya dilakukan PT.PAL.


Lebih lanjut, ARC juga mendapat penjelasan, Kementrian BUMN sudah mengajukan dana sebesar US$ 150 Juta untuk menambah fasilitas di PT. PAL. Pasalnya fasilitas produksi yang ada tidak dirancang untuk membangun kapal selam, tetapi kapal permukaan saja. DSME sendiri dikabarkan setuju dengan amandemen kontrak, dengan syarat Kementrian Pertahanan menjamin PT.PAL mampu melaksanakannya.
Khusus dengan Turki, Kementrian Pertahanan baru saja memastikan akan melakukan kerjasama pembuatan Tank. Selain Tank, masih ada kerjasama lainnya. Yaitu antara PT.LEN dan Aselsan. Sesuai bidangnya, kerjasama dengan Aselsan adalah pada pengadaan alat komunikasi untuk di perbatasan. Prosesnya sendiri sudah dimulai dan sudah masuk tahapan kontrak. Namun tidak dijelaskan alat komunikasi yang dimaksud, yang pasti alat komunikasi yang dibutuhkan adalah yang canggih sehingga anti jamming dan tak bisa diintersept.

Sementara dengan China, Kementrian Pertahanan juga terus melanjutkan kerjasama pembuatan rudal C-705. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap feasiblity studies yang dilakukan oleh Kementrian Ristek. Dalam catatan ARC, rudal C-705 ini nantinya akan mempersenjatai kapal perang cepat jenis KCR-40 dan KCR-60 yang jumlah diperkirakan cukup banyak.
Menanti Kekuatan TNI Satu Dekade ke Depan

Setelah nyaris tidak ada alutsista berarti yang diberikan untuk TNI selama kurun 15 tahun, modernisasi alutsista TNI kini diklaim berjalan secara progresif. Hingga habis masa Kabinet Indonesia Bersatu II pada 2014 nanti, modernisasi alutsista diprediksi sudah menjangkau sedikitnya 30 persen dari kebutuhan minimum TNI.

Tontaifib dengan SPR Pindad
Tontaifib dengan SPR Pindad (Foto : Wonk79/photobucket)

"Dengan dinamika yang terjadi sekarang, (modernisasi) bisa dipercepat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Purnomo juga mencontohkan beberapa rencana yang berjalan justru lebih cepat dari target. Penambahan jet tempur F-16 asal Amerika Serikat, misalnya, dari rencana hanya menambah enam pesawat baru, ternyata justru akan direalisir menjadi 24, meski bekas pakai.

"Ini belum sekarang kita di-offer 10 lagi," tambah Purnomo.

Demikian pula dengan pesawat angkut (airlifter) Hercules, yang awalnya tidak ada dalam rencana 2013, karena hanya akan diisi dengan pesawat CN-295 buatan PTDI bekerjasama dengan Airbus Military, kini akan akan ditambah 10 unit dari Australia, juga bekas pakai.
Postur Kemampuan Tempur TNI Berubah Signifikan

Dengan 34 jet tempur F-16 dan 10 Hercules, Menhan yakin postur kemampuan tempur TNI akan berubah signifikan.

"Ditambah dengan yang sudah kita punya saat ini, kita akan menjadi amat kuat," janjinya dengan menggunakan sebagian pernyataannya dalam bahasa Inggris.

Di darat, TNI AD juga akan dimodernisasi dengan 100-130 unit tank Leopard asal Jerman yang sudah lama diidamkan TNI-AD.

Pengamat militer dan pengajar pada jurusan Hubungan Internasional UI Andi Widjajanto mengatakan klaim Purnomo bukan isapan jempol.

"Saya kira percepatan sangat mungkin. Dalam Latgab TNI lalu nampak bahwa kekuatan TNI sudah 40%," puji Andi. Latgab itu dilangsungkan di beberapa titik termasuk Sangatta di Kaltim dan Situbondo di Jatim.

Presiden Yudhoyono sendiri yang melihat langsung jalannya operasi, yang disaksikan pula oleh publik melalui komentarnya dalam situs mikro blog, Twitter. "Negara kita luas, karenanya kita perlu memiliki kekuatan militer yang handal dan terlatih," kicau Presiden melalui @sbYudhoyono.

Sebelum 2024, Kekuatan TNI Masih dibawah KPM

Buku Putih Pertahanan Indonesia yang terbit 2008 menyebut perlunya untuk membangun kekuatan bersenjata dengan terencana. Target Kekuatan Pokok Minimum (KPM / MEF) dirancang tercapai pada 2024. Itu berarti hingga 11 tahun mendatang, Indonesia harus dapat menerima kondisi saat ini, yaitu dengan kekuatan tempur yang bahkan di bawah minimum.

Langkah panjang ini menurut Andi perlu untuk mengembalikan TNI sebagai kekuatan bersenjata yang disegani di ASEAN maupun di dalam negeri. Sejak dibelit krisis moneter tahun 1997, kekuatan ABRI (sebelum TNI) nyaris compang-camping.

"Ke luar pengaruh kita diambil oleh Malaysia dan Singapura, sedang ke dalam kita terpaksa melepas Timor Timur tahun 1999," tambah Andi.

Sebagai kekuatan bersenjata yang menjadikan "NKRI harga mati' sebagai acuan dasar, lepasnya Timtim menurut Andi menandai "titik terendah TNI" saat itu. "Praktis (pertahanan) kita tak punya daya tawar sama sekali," ujar Andi.

Kekuatan rendah juga sangat merugikan Indonesia secara ekonomi. Dari kasus pencurian ikan di laut perbatasan saja menurut Kementrian Perikanan menggerogoti potensi pendapatan negara hingga Rp 30 triliun per tahun. Harap maklum, sampai 2012 Indonesia baru punya 24 kapal patroli memadai-jumlah itu pun masih terkendala dengan biaya patroli.

"Padahal wilayah maritim kita besar sekali, jadinya kita diremehkan nelayan asing pencuri ikan," kata anggota Komisi Pertahanan DPR, TB Hasanuddin.
Interoperabilitas

Pemerintah SBY kemudian menggenjot angka belanja senjata, yang sampai 2024 diharapkan mencapai titik idealnya, sekitar Rp 170 triliun per tahun atau setara dengan 1,5% dari APBN. Bila diteruskan sesuai rencana, kekuatan pertahanan Indonesia akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia.

"KPM 2024 kalau dibandingkan tahun 2000 itu 5-6 kali lipat. Itu pun kita saat itu masih menyebutnya minim, baru mau mulai membangun postur riil," tegasnya.

Tetapi dengan strategi pembelian senjata dari berbagai negara sekaligus, masalah lain muncul: bagaimana TNI memadupadankan penggunaan berbagai senjata itu? Sistem senjata dari satu negara biasanya punya sistem komunikasinya sendiri, kata TB Hasanuddin, yang sebelumnya sempat berkarir di TNI selama 25 tahun.

"Kemarin (di arena Latgab) saya lihat prajurit darat pegang radio untuk pesawat, radio lagi untuk tank, radio untuk lain lagi. Nanti bisa-bisa dia harus bawa 6-7 radio repot sekali," kata Hasanuddin sambil tertawa.

Interoperabilitas, atau padu-padan sistem operasi bersamaan, memang jadi tantangan, ujar Menhan Purnomo Yusgiantoro.

"Tugas Panglima TNI untuk dapat melihat bagaimana alutsista itu dapat terkait satu dengan yang lain," kata Purnomo.

Kemampuan memecahkan persoalan ini menurut pengamat pertahanan CSIS, Iis Gindarsah, akan sangat menentukan masa depan pertahanan Indonesia.

"Karena TNI sedang bergerak menuju rightsizing, merampingkan pasukan sesuai kebutuhan," kata Gindarsah. "Dengan demikian nantinya pertahanan kita akan lebih banyak diawaki oleh alutsista yang canggih, dengan personel yang lebih sedikit tapi mumpuni."

Dewi Safitri
BBC Indonesia

Antara Leopard dan Komodo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLrfTj7lhCgK14O_fKy3ZW19ZCRWdcKaF8MJJ7Y8-AypH_KWe45_RckY7zRuq7A_0q-e-actypBXDlSbvQ0mijw8dAkumEqgiS0KSrfSQtczHI3ckbh4iIeSyauVTA5MAmJv-flNwsY2Q/s1600/rheinmetalllandsystemeg.jpg
MBT L2 Revolution
Berita menyenangkan, pantas dan enak didengar, datang dari Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman. Ketika menyaksikan penyerahan hibah 1 Helikopter Bell 412 EP dari Pemprov Kaltim ke Kemhan di Bandung tanggal 13 Juli 2013 dia katakan sedikitnya 12 MBT Leopard akan ditempatkan di Kaltim bersama dengan Heli tempur Apache. Belum lama dari berita itu ada pula berita tentang rencana besar TNI AL menyelenggarakan latihan AL gabungan 18 negara di Natuna April 2014, namanya Latgab Komodo.

Kiri kanan Kalimantan memang menjadi perhatian serius Cilangkap karena di dua hot spot itu telah berlaku ujian mata kuliah teritorial, tepatnya klaim teritorial. Di kanan Kalimantan ada Ambalat di mana tetangga jauh di hati dekat di mata lebih merasa pantas memiliki perairan itu setelah “memperoleh” Sipadan dan Ligitan tahun 2002. Sementara di kiri Kalimantan ada suhu demam berkepanjangan karena Cina melakukan manuver kapal perang di kawasan kaya sumber daya fosil itu, Laut Cina Selatan (LCS). Yang sebelah kanan Kalimantan sudah nubruk teritori sedangkan yang kiri agaknya masih nyerempet nih.

Kedatangan berbagai jenis alutsista secara bergelombang tentu saja beberapa item diantaranya mestinya didekatkan dengan titik panas. Tujuannya bukan untuk memanaskan situasi tetapi lebih berperan sebagai anti biotik pertama manakala ada serangan flu yang mau uji kekuatan imunitas. Setidaknya sebagai penggentar jika tetangga sebelah mau bermain api dengan NKRI. Maka pantas jika 12-15 MBT Leopard ditaruh di Mulawarman bersama puluhan Tank Scorpion atau AMX13 untuk membentuk batalyon kavaleri komposit. Termasuk 1 detasemen Astross sebagai kekuatan jaga nilai dan harkat. Penempatan satu skuadron heli komposit Apache, Mi35, Bell 412EP diyakini sudah memberikan kekuatan percaya diri.
Tank Scorpion di Latgab 2013 Situbondo
Bagaimana dengan Tanjungpura. Jangan kuatir, skuadron Hawk di Supadio akan ditemani dengan skuadorn UAV canggih untuk memantau pergerakan makhluk militer di seberang Entikong atau Putusibau. Tidak hanya itu, prediksi kita batalyon kavaleri dan artileri di Kalbar juga akan diisi dengan MBT Leopard, Tank Scorpion, Tank AMX13, Panser Anoa dan Artileri Caesar Nexter. Secara infrastruktur jalan raya di Kalbar lebih baik dari Kaltim karena dari ibukota Provinsi Pontianak ke wilayah perbatasan bisa dicapai. Maka penempatan Panser Anoa di Kalbar pantas. Ini berbeda dengan Kaltim. Jalan raya di Kaltim justru sejajar dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sangatta, Berau, Tanjung Selor dan Malinau. Tidak menyentuh tapal batas.

Untuk MEF tahap pertama yang selesai tahun 2014, sudahlah jelas alutsista apa yang dibeli dan yang mau datang. Jangan lupa MEF itu akan terus berlanjut ke tahap lima tahun berikutnya. Tentu perkuatan demi perkuatan itu akan menempatkan posisi Kalimantan sebagai prioritas asupan gizi alutsista disamping pulau-pulau lain. Jadi tetap optimis dengan alokasi alutsista terbaru yang akan ditempatkan di bumi borneo itu. Tegasnya tidak hanya 12-15 MBT, tidak hanya 1 detasemen Astross, tidak hanya 5 pucuk Caesar Nexter atau 10 Panser Anoa. Pasti akan ditambah terus secara bertahap menuju kekuatan yang disegani.

Kemudian melihat rencana RI mengadakan latihan gabungan AL dengan 17 negara lain di Natuna April 2014 merupakan langkah cantik sekaliguna gagah, tetapi juga harus berhati-hati. Lho kok bisa, ya iyalah cantik karena ini berkait dengan diplomasi maritim yang perlu dipertontonkan. Bahwa dengan latihan itu nanti perairan ZEE Natuna akan dilintasi armada gabungan termasuk Cina yang juga ikut latihan Komodo. Gagah karena TNI AL menjadi leadernya dan mengirim 12 KRI terbaiknya untuk memimpin konvoi kapal perang 18 negara menyisir beberapa kepulauan yang berada di wilayah NKRI. Berhati-hati karena yang ikutkan ada Cina, ada Rusia, ada Jepang, ada AS disamping negara-negara ASEAN. Itu sebabnya release resminya adalah latihan penanggulangan bencana.
Mengelola suhu konflik di LCS memang perlu kesabaran dan ketenangan. Posisi Indonesia yang tak ikut dalam klaim LCS memberi keleluasaan bagi diplomasi negeri ini ke semua pihak yang bertikai agar bisa memperoleh “kesetaraan kehormatan bersama” melalui kegiatan latihan militer bersama. Boleh jadi ini merupakan titik awal untuk bersama-sama pula mencari solusi terbaik dengan suasana kedekatan militer dan saling ketergantungan dalam hubungan ekonomi multilateral. Perspektif hubungan antar negara ke depan ini khususnya di kawasan Asia Pasifik akan semakin dinamis dan mungkin saja akan terjadi petir di siang hari. Tentu untuk mengurangi dampak petir tadi perlu ada prakarsa. Indonesia berpeluang besar memainkan prakarsa itu.

Kita berpandangan Leopard dan Komodo adalah kampanye. Yang pertama tentu sesuai namanya, jangan-main-main dengan kucing hutan kami kalau tidak ingin diterkam. Yang terakhir juga sesuai namanya, karena kata si Cina LCS sudah diklaim sejak jaman baheula maka memunculkan nama Komodo seakan ingin menegaskan bahwa masih ada lagi makhluk yang lebih pra sejarah, ya si Komodo itu. Bukan bermaksud menyindir tetapi kalau klaim didasarkan pada argumen kejayaan masa lalu yang sudah bernilai berabad-abad, kita pun bisa mengatakan kami ingin juga mengembalikan kejayaan Majapahit. Bagaimana koko Panda ?
****
Jagvane / 17 Juli 2013
  ● Analisa Alutsista  

Senin, 08 Juli 2013

 
Ribuan Demonstran anti Presiden Mesir Muhammad Mursi, berkumpul di Tahrir Square ( Mohamed Abd El Ghany /Reuters)
Ribuan Demonstran anti Presiden Mesir Muhammad Mursi, berkumpul di Tahrir Square ( Mohamed Abd El Ghany /Reuters)
Presiden Mesir Muhammad Mursi yang sebelumnya terpilih secara demokratis menggantikan diktator Hosni Mubarak, akhirnya digulingkan oleh militer, setelah ultimatum 48 jam tidak digubris. Militer juga membatalkan konstitusi Mesir dan memerintahkan pemilihan umum presiden segera digelar sebagai salah satu butir roadmap yang disokong oposisi. Tokoh Ikhwanul Muslimin itu lantas ditahan oleh pihak militer di Kementerian Pertahanan Mesir.
Mursi ditahan oleh militer bersama para ajudan seniornya setelah mengeluarkan ajakan bagi para pendukungnya untuk mempertahankan legitimasinya. Pernyataan tersebut dilontarkannya beberapa jam usai pihak militer mengumumkan penggulingan dirinya dari kursi presiden. Pihak militer menilai ajakan Mursi bernuansa hasutan dan dikhawatirkan bisa semakin mengancam keamanan Mesir yang masih bergejolak. “Dalam beberapa hal, kami harus melawan hal itu (ajakan Mursi). Itu adalah retorika yang mengancam. Dia telah menciptakan perselisihan di antara rakyat Mesir,” kata pejabat militer.
Kicauan Mursi di twitter sebagai bentuk perlawanan  tak mampu melawan moncong tank baja. Twitter jadi salah satu media yang digunakan Mursi untuk mempertahankan diri di tengah gempuran demonstran dan ultimatum militer. Intensitas kicauannya bahkan semakin kencang dalam beberapa hari belakangan, yang berisi pembelaan, pembenaran, hingga persoalan legalitas penggulingan oleh militer.
Ralyat menyalakan kembang api di Tahrir Square, Kairo, setelah Kepala angkatan bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengeluarkan deklarasi menangguhkan konstitusi dan menunjuk ketua mahkamah konstitusi sebagai kepala sementara negara, dan secara efektif mendepak Presiden terpilih Muhammad Mursi (Steve Crisp/Reuters)
Ralyat menyalakan kembang api di Tahrir Square, Kairo, setelah Kepala angkatan bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengeluarkan deklarasi menangguhkan konstitusi dan menunjuk ketua mahkamah konstitusi sebagai kepala sementara negara, dan secara efektif mendepak Presiden terpilih Muhammad Mursi (Steve Crisp/Reuters)
Terakhir, Mursi nge-tweet pada Selasa (2/7) lalu. Dia menegaskan penolakan ultimatum dan kudeta oleh pihak militer. Tak hanya twitter, Mursi juga menggunakan situs jejaring sosial YouTube untuk menyuarakan pendapat terakhirnya saat terjadi pergantian kekuasaan. “Saya presiden terpilih Mesir,” ujar Mursi di video amatiran tersebut.
Namun apa daya, ultimatum pihak militer akhirnya menjadi nyata. Prosesnya tidak memakan waktu lama. Pihak militer mengerahkan pasukan dan tank-tank baja dan Mursi terkepung. Muhammad Mursi digulingkan jutaan rakyatnya dibantu oleh kekuatan militer. Pemimpin gerakan paksa ini adalah Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi yang mengklaim sudah mendapat dukungan penuh dari pemimpin politik, agama dan pemuda.
Dorongan rakyat agar Mursi mundur berawal sejak 30 Juni lalu. Jutaan orang turun ke jalan meminta sang presiden terpilih hengkang karena dianggap tak memenuhi janji reformasi. Dia juga dianggap selalu mementingkan kepentingan Ikhawanul Muslimin.
Setelah menggulingkan Presiden Mursi, militer menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi Tertinggi Adly Mansour sebagai presiden interim. Ironisnya, Mansour merupakan politisi yang ditunjuk Mursi untuk duduk di kursi tertinggi lembaga penegak hukum di Mesir. Sebelum ditunjuk sebagai presiden sementara, Mansour baru dua hari ini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.Mansour merupakan lulusan dan peraih beasiswa dari institusi pendidikan Perancis, Ecole Nationale de l’Administration dan dekat dengan militer.
Tentara mengambil posisi berhadapan dengan pendukung Presiden Mursi di sekitar Universitas Kairo dan Nahdet Misr Square Giza, di pinggiran Kairo. (Louafi Larbi / Reuters)
Tentara mengambil posisi berhadapan dengan pendukung Presiden Mursi di sekitar Universitas Kairo dan Nahdet Misr Square Giza, di pinggiran Kairo. (Louafi Larbi / Reuters)
Photo Presiden Mesir Muhamamd Mursi yang digulingkan rakyat dan militer (mashable.com)
Photo Presiden Mesir Muhamamd Mursi yang digulingkan rakyat dan militer (mashable.com)
Sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas dalam gejolak di Mesir yang berlangsung sejak 30 Juni lalu. Menyusul tergulingnya Mursi, Polisi Mesir juga menangkap kepala Partai Kebebasan dan Keadilan Saad Al Katatni, serta Wakil Pemimpin Tinggi Ikhwanul Muslimin Rashad Bayioumi.
Tergulingnya Mursi disambut gembira oleh ratusan ribu massa anti Mursi di seluruh Mesir. “Militer Mesir adalah yang terbaik di muka bumi. Kami bangga pada militer kami, mereka melindungi kami,” kata seorang demonstran di Tahrir Square. Rakyat Mesir merasa tidak puas dengan kinerja presiden yang baru mereka pilih satu tahun lalu. Mursi dianggap terlalu berpihak/memusatkan kekuasaan kepada satu golongan serta tidak bisa memperbaiki kondisi ekonomi rakyat.(JKGR).
 
Helikopter Apache Longbow  AH-64D Belanda (photo:militaryphotos.net)
Helikopter Apache Longbow AH-64D Belanda (photo: Paul Johnson)
Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp 6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya. ”Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,” ungkap Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Semarang,(29/6/2013). “Harga satu unit helikopter Apache mahal senilai US$ 40 juta atau sekitar Rp 388 miliar. ”Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,” imbuhnya.
Rencana pembelian helikopter serang Apache diharapkan terealisasi, sebab dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan dan TNI AD akan melihat beberapa varian heli ini.
Menteri Pertahanan menjelaskan, rencana pembelian helikopter serang buatan AS dalam rangka membangun kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Beberapa negara di Asia seperti China dan Jepang sedang membangun kekuatan pertahanan di negara masing-masing. ”Melihat kondisi seperti itu, kita juga mempersiapkan diri, tapi bukan untuk perang melainkan untuk menjaga kedaulatan RI,” ujar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.
Selain menjaga kedaulatan RI, rencana pembelian helikopter Apache merupakan bagian dari pembanguan kekuatan pertahanan untuk mengamankan sumber daya alam Indonesia yang berada di perbatasan dengan negara lain.
Helikopter Apache Longbow  AH-64D Belanda (photo:militaryphotos.net)
Helikopter Apache Longbow AH-64D Belanda (photo: Paul Johnson)
AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters (aviationnews.eu)
AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters (aviationnews.eu)
Helikopter Serang Apache Longbow (4.bp.blogspot.com)
Helikopter Serang Apache Longbow (4.bp.blogspot.com)
Masih terkait dengan pengadaan helikopter, Menteri Pertahanan menerangkan, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter anti-kapal selam yang bisa diangkut kapal perang, membuat armada perusak kapal rudal dan membangun kapal selam. ”Alhamdulillah perekonomian Indonesia cukup baik sehingga sebagai dana bisa untuk kesejahteraan masyarakat dan membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapai ancaman ke depan nanti,” katanya. Semua itu untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih handal.(JKGR).
 
Kapal Selam TNI AL KRI Cakra 401 (photo:Koarmatim)
Kapal Selam TNI AL KRI Cakra 401 (photo:Dispenal)
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio menyatakan Indonesia telah melaksanakan kontrak pembuatan tiga kapal selam dengan Korea Selatan dan direncanakan pada akhir tahun 2016 atau awal 2017 kapal selam tersebut sudah datang di Indonesia.
Pembuatan dua kapal selam dilaksanakan di Korea Selatan, sedangkan pembuatan kapal selam ketiga, dibangun di PT PAL Surabaya, seperti halnya pembangunan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) tahun lalu. Untuk pembuatan kapal selam di Surabaya, TNI AL mengirim para teknisi dari PT PAL dalam rangka Transfer of Technology (TOT) di Korea Selatan.
Diharapkan pada tahun 2017/ 2018 Indonesia telah memiliki lima kapal selam termasuk dua kapal selam yang sudah ada yaitu KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402.
TNI AL mengharapkan pada tahun 2024 Indonesia minimal telah memiliki 6 kapal selam, sesuai dengan pembangunan Minimum Essential Force (MEF) TNI AL untuk mengamankan wilayah NKRI. Pembangungan MEF ini akan terus di up date setiap tahun, sesuai dengan anggaran yang dialokasikan ke TNI. Hal ini disampaikan Kasal Laksamana TNI Marsetio, saat meresmikan pembangunan gedung Submarine Training Center (STC) di Kompleks Komando dan Latihan Koarmatim, Ujung, Surabaya – Jawa Timur.
Submarine Traning Center (STC) TNI AL dibangun sebagai fasilitas simulator untuk meningkatkan profesionalisme awak kapal selam guna mewujudkan TNI AL yang handal dan disegani. STC ini untuk berlatih ABK kapal selam maupun calon ABK kapal selam tanpa menggunakan jam operasional kapal selam, sehingga kapal selam dapat digunakan secara maksimal dan efisien.
Maket submarine training center TNI AL di Surabaya Jawa Timur (photo: jurnas.com)
Maket submarine training center TNI AL di Surabaya Jawa Timur (photo: jurnas.com)
Negara-negara di kawasan regional seperti Malaysia, India dan Australia telah membangun sistem pelatihan awak kapal selam seiring dengan tahap awal pengadaan kapal selam mereka. Pembangunan STC ini dinilai sangat tepat karena dalam waktu dekat Indonesia akan melaksanakan pengadaan tiga kapal selam baru.
TNI AL akan membangun enam fasilitas simulator yang terintegrasi dalam satu lokasi sehingga proses pelatihan menjadi lebih efektif.
“Dengan demikian apabila TNI AL sewaktu-waktu menghadirkan kekuatan kapal selamnya di manapun di wilayah NKRI, para personel sudah benar-benar siap dan terlatih”, ujar Kasal.
Fasilitas Submarine Training Center TNI AL:
1) Submarine control simulator (SCS) yaitu simulator pelatihan awak kapal selam yang bertugas di ruang kontrol teknis dan digunakan untuk melatih personel dalam olah gerak teknis dan taktis kapal selam.
2) Submarine command and team trainer (SCTT), yakni platform yang digunakan sebagai sarana pelatihan tim Pusat Informasi Tempur (PIT) kapal selam dan merupakan sebuah mock-up situasi PIT yang sesungguhnya.
3) Sonar laboratory (SL), ruang laboratorium yang memiliki fasilitas simulator sonar yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operator dalam melaksanakan analisa gelombang akustik.
4) Machinery and propulsion control simulator (MPCS), fasilitas latihan pengoperasian peralatan utama bagian permesinan dan sistem pendorong bagi awak kapal selam.
5)Fire and damage control simulator (FDCS), sarana latihan penanggulangan kedaruratan pada kapal selam yaitu bahaya kebakaran dan kebocoran.
6) Submarine escape training tank (SETT) yaitu fasilitas yang digunakan sebagai sarana latihan bagi awak kapal selam untuk melaksanakan penyelamatan diri dalam kondisi darurat.
Personel kapal selam TNI AL KRI 402 Nanggala (photo: koarmabar)
Personel kapal selam TNI AL KRI 402 Nanggala (photo: dispen armatim)
TNI AL merupakan operator yang telah malang melintang selama 50 tahun dalam menggunakan kapal selam, sejak adanya 12 kapal selam kelas Whiskey untuk operasi pembebasan Papua tahun 1962. Pengalaman yang panjang inilah yang membuat Korps Hiu Kencana disegani, walau kapal selam mereka saat ini tergolong gaek (JKGR).

 
PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)
PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)
Kemandirian di segala bidang sangatlah diperlukan oleh negara sekaliber negeri kita Indonesia, termasuk kemandirian dalam industri militer. Industri Pertahanan dalam negeri merupakan industri VITAL untuk menopang kemandirian dan kemampuan mempertahankan kedaulatan NKRI tanpa embel – embel dan diATUR oleh negara lain.
KEDAULATAN ITU MUTLAK.
Negara kita berprinsip “Zero Enemy” dan Indonesia sejak lama telah memproklamirkan sebagai negara netral, negara Non Blok. Namun dalam perkembangannya, terkadang masyarakat berharap pengadaan alutsista cenderung bersandar ke bekas Blok Timur, Rusia. Semua itu efek domino dari rasa sakit hati akibat embargo barat yang dimotori US sejak 1999 hingga 2005, buntut dari kasus Timor Timur.
Pada pengalaman masa lalu kita pernah diembargo secara militer oleh pihak barat. Banyak pengaturan dan syarat yang merepotkan kita sebagai Negara merdeka. Akibatnya timbul kesimpulan, Kemandirian pengadaan Alutsista adalah hal  mutlak.
TRAUMA diembargo oleh barat sering terngiang dan menjadi ketakutan pada rakyat, terutama para pemerhati blog militer di dunia maya dan para analisis dunia militer. Kita mempunyai PENGALAMAN diembargo secara militer dan sangat merepotkan. Tetapi dengan tumbuhnya industri militer dalam negeri, kekhawatiran dampak yang ditimbulkan seperti masa lalu tidak lagi begitu mencemaskan. Pengalaman adalah guru yang sangat berharga.
Kita mencoba menganalisa yang lebih ekstrim dengan satu pertanyaan, bagaimana bila kita diembargo secara TOTAL oleh PBB yang disponsori Negara Negara Adidaya yang tidak puas dengan kebijakan yang diambil pemerintahan bangsa ini ?.
Bila Indonesia diEMBARGO oleh PBB, maka kita tidak bisa Impor dan ekspor. Beberapa efek akan timbul dengan berlakunya Embargo internasional terhadap kita, misalnya dalam sektor di bawah ini:
PANGAN
Kita tidak bisa menikmati semua makanan CEPAT SAJI yang berlabel Internasional. Keuntungannya, semua makanan bermerk lokal akan naik omzetnya dan makananan tradisional akan terangkat pamornya. Masalah ketahanan pangan akan sedikit terguncang dengan tidak bisanya Impor beras yang lumayan besar tiap tahunnya, tetapi hal ini akan melecut kita untuk meningkatkan produk pangan berupa: beras, jagung dan lain-lain. Bangsa ini bisa menyesuaikan pola makanannya. Daging sapi akan meroket tajam harganya tetapi kondisi ini akan membuat rakyat beralih ke daging ayam, ikan laut, ikan hasil ternak tambak: lele, bandeng, udang dan lain-lain.
Petani Indonesia Panen Padi (photo: kontan.co.id/muradi)
Petani Indonesia Panen Padi (photo: kontan.co.id/muradi)
Dalam hal PANGAN kita malah BISA menuju KEMANDIRIAN dan SWASEMBADA PANGAN. Bila kita kena embargo ekonomi, kondisi Perekonomian Indonesia pada awalnya akan terguncang dan laju inflasi akan tinggi, melemahnya rupiah terhada mata uang asing, juga indeks harga saham akan banyak terjun bebas.
Tetapi apakah kita akan terpuruk selamanya?. Jawaban para patriotik pasti Tidak!!!.
Kita langsung membalasnya dengan kebijakan semua perusahaan asing akan kita NASIONALISASI, Freeport, Blok Mahakam, Blok Cepu dan sebagainya  akan kembali menjadi milik rakyat Indonesai sepenuhnya.
SDA migas yang tidak diekspor akan mencukupi konsumsi BBM dan kebutuhan energi dalam negeri.BUMN akan dipaksa untuk bisa menambang sendiri, mengolah sendiri dan menjual sendiri untuk kepentingan Industri dan konsumsi rakyat indonesia. Emas, dan logam lainnya akan melimpah bisa dimanfaatkan oleh kebutuhan dalam negeri. Dan EMAS yang melimpah akan banyak peminatnya di black market dunia, bila kita mau sedikit membanting harganya.
Industri dalam negeri bisa mengubah arah produk dan marketnya untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri. Sekiranya pengusaha nasional patriotik bisa tetap menjalankan pabrik pabriknya tetap beroperasi dan bekerjasama dan BERSINERGI sesama industri.
TRANSPORTASI
Memang kita akan sedikit terguncang tetapi bisa ditangani dengan SINERGI PERINDUSTRIAN dalam negeri untuk bisa mencukupi kebutuhan sparepartnya. Merk merk kendaraan asing yang beredar di Indonesia langsung saja diuubah diganti merk merk berbau Indonesia.
MILITER
Kita akan terguncang sementara dengan tidak adanya dukungan suku cadang negara asal pembuat alutsista. Kembali lagi peran SINERGI PERINDUSTRIAN kita diharapkan mencukupi semua kebutuhan sparepart dan alutsisita.
Tentunya keberadaan black market dunia memberikan kita ruang gerak dalam mencukupi apa yang kita perlukan untuk alutsista. Selain itu PT PAL, PTDI, PT Pindad, Koja Bahari, PT LEN, PT Dahana dan lain lain akan dipaksa berpacu mencari solusi jitu agar tetap berproduksi dan mencukupi kebutuhan alutsista dan suku cadang.
CN 235 MPA produksi PT DI Bandung (photo; PTDI)
CN 235 MPA produksi PT DI Bandung (photo; PTDI)
NEGARA SEPENANGGUNGAN
Sinergi sesama negara negara yang diEMBARGO, bisa dimanfaatkan. Kita bisa bekerjasama, dengan negara negara yang keadaannya sama sama di embargo misal dengan Korut, Iran juga Myanmar. Mereka akan SENANG bisa bekerjasama dengan Indonesia yang kaya raya sumber dayanya. Skenarionya, Korut bisa menyuplai produk militer ke kita. Demikian juga dengan Iran bisa menyuplai minyak  bila kita memerlukan. Komoditi Non migas kita bisa dibarter kepada negara negara tersebut.
Tentunya negara negara Blok Timur, Rusia, Pecahan Rusia, China, juga India akan berlomba mendekati dan bekerjasama dengan kita melalui jalur BACKSTREET.
Apakah PBB atau negara lain berani mengembargo Indonesia secara ekonomi ? Indonesia terlalu sexy dan berharga untuk diembargo. Mereka takut kalau negara Indonesia akan menuju MANDIRI bila nanti diembargo. Singapura sebagai Negara yang terkena dampak paling besar bila kita diembargo oleh PBB.
Singpork is nothing, can not be rich without Indonesia. Itu salah satu perkataaan kawan Warga Negara Singapura yang mempunyai bisnis besar di negara kita. PERKIRAANNYA penghasilan dari 50 ribu kapal yang lewat selat Malaka tiap tahunnya akan hilang, bila kita menutup selat tersebut menyikapi embargo yang ada.
500 000 orang Indonesia berlibur ke Singapore tiap bulannya. Apartemen apartemen terbaru di sana banyak  dibeli orang indonesia. Rumah sakit rumah sakit isinya kebanyakan orang Indonesia. Berapa saham negara itu yang berputar di perusahaan perusahan indonesia yang mencakup di seluruh sektor? Bagaimana bila dinasionalisasi kan?.
Suasana di kolam renang Marina Bay Sands Hotel, Singapura (photo:Jennifer Polland/ Business Insider)
Suasana di kolam renang Marina Bay Sands Hotel, Singapura (photo:Jennifer Polland/ Business Insider)
Kasus efek Domino dengan kolapsnya perekonomian negara lain bisa terjadi terhadap Jepang, China ddan lain lain yang nilai perdagangannya dengan Indonesia begitu besar. Afrika Selatan, Republik Rakyat Cina dan Taiwan merupakan contoh yang mengesankan, sebagai Negara yang pernah diembargo oleh PBB.
Negara-negara tersebut telah menguasai beberapa teknologi dan dapat bersaing di pasar global. Kuncinya ternyata adalah kekuatan techno-nasionalisme yang tangguh dan berkelanjutan. HARUSNYA Rakyat republik ini belajar untuk MENGEMBARGO DIRI SENDIRI.
-Belajarlah membeli tekstil,garmen,pakaian, sepatu dan lain-lain dari hasil pabrik kita sendiri. Kurangi memakai produk asing.
-Belajarlah lebih suka dan membeli produk makananan dari merk lokal Indonesia dan makanan tradisional kita sendiri.
-Belajarlah membeli produk produk hasil Industri kita sendiri
-Belajarlah naik pesawat memakai Airways kita sendiri.
-Belajarlah Menonton budaya kita sendiri, dan lain lain
Dan Militer-nya. BELAJARLAH untuk menyukai produk hasil Industri militer kita sendiri dengan kebijakan nyata bukan sekedar lips service dengan membeli hasil produksi inovatif yang dihasilkan oleh Industri militer dalam negeri.
JIka kita bisa MENGEMBARGO diri kita sendiri, muncul istilah INDONESIA WILL RULE THE WORLD. Bukan seperti keadaan kita sekarang ini. Kita yang diatur oleh kekuatan asing (Dunia). Kita perlu critical mass untuk bisa tumbuh sendiri (MANDIRI). Kita juga memerlukan tokoh tokoh gerakan techno-nasionalisme. Para penggerak techno-nasionalisme negara ini yang bisa meyakinkan pemerintah dan rakyatnya untuk mengembangan berbagai kemampuan teknologi dalam bidang penerbangan, perkapalan, nuklir, energi, telekomunikasi, pertanian dan lain sebagainya. Gerakan Aku Cinta Indonesia (ACI) yang HARUS terus bergulir.
Perlu martir gerakan nasional yang dilandasi oleh pemikiran menciptakan kemandirian bangsa kita dalam teknologi dan industri.
GERAKAN nasional yang membawa angin segar bagi digairahkannya lagi pemikiran techno-nasionalisme. Saat ini kita memerlukan kembali gerakan nasional ‘Aku Cinta Produk Indonesia’ dan perlu cara jitu untuk menggerakan rakyat Indonesia agar lebih mencintai produk asli Indonesia. Apa langkah jitu tersebut?. coba kita analisa dan pecahkan bersama.
MENGGAPAI KEMANDIRIAN
Selera orang Indonesia diberbagai tingkat perekonomian memang UNIK. Untuk tingkatan middle-Up, membeli suatu produk kadang bukan hanya kualitas yang dikejar tapi juga faktor GENGSI yang didahulukan. Untuk kaum yang ini, mereka merasa lebih bangga memakai produk luar negeri demi gengsi ataupun memenuhi gaya hidup hedonisme. Walaupun kadang barang KW yang dibeli asal bermerk (Branded mainded). Tetapi mereka diperkirakan hanya menyumbang 25 persen saja pasar global Indonesia.
Sedangkan pasar menengah ke bawah masih 75 persen di Indonesia. Pasar masyarakat bawah terlihat, mereka tidak peduli merk ataupun kualitas, tetapi yang dicari adalah harga yang terjangkau. Terbukti produk sepatu, sandal, garmen, dan sebagainya dari hasil industri lokal dan home industri masih laku keras mencukupi kebutuhan pasar lokal Indonesia masyarakat bawah tersebut. Bahkan sebagian sudah diekspor. Untuk beberapa jenis barang, produk kita sebenarnya menang dan merk kita sudah mendunia.
Terbukti misal produk sepeda ontel. 3 merk lokal sudah menguasai pasar nasional kita mengalahkan produk china sekalipun dan kita sukses mengekspornya ke berbagai belahan bumi. Memang kalau untuk produk premium kita kalah jauh berdasarkan bahan, image product dan tenaga ahlinya.
Sepeda onthel Indonesia digemari manca negara (photo:solokomunitas.wordpress.com)
Sepeda onthel Indonesia digemari manca negara (photo:solokomunitas.wordpress.com)
JADI, masih kurangnya kepedulian membeli produk asli Indonesia ada di kalangan menengah-keatas yang masih banyak menganut paham branded mainded.
Nah untuk menggelorakan masyarakat menengah-keatas yang berduit ini, harus mempunyai LANGKAH JITU agar mereka lebih suka produk nasional.
Beberapa contoh kasus mengungkapkan misalnya. Sebuah merk Sepatu dari US dulu diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan Indonesia untuk pasar nasional dan dunia. Mereka puluhan tahun memproduksi merk sepatu yang mempunyai image global tersebut. Setelah perusahaan tersebut pecah kongsi dengan induknya dari US, mereka memproduksi sendiri dengan merk nasional yang tentunya MUTUnya sama dengan merk dari US tersebut. Akan tetapi penjualan produk ini belum sepesat saat menjual merk lama.
Juga ada rakyat bangsa ini yang suka bepergian ke luar negeri membeli produk apparel dari club kesebelasan Inggris yang ternyata sudah dibeli dan dilihat labelnya adalah madein Indonesia.
Dan juga terbukti di manca Negara harga produk sepatu dari US yang berimage global made in Indonesia ternyata lebih mahal harga jualnya dari pada made in Vietnam ataupun china, walau merknya sama.
BUKTI LAIN kalau mutu kita tidak Kalah. Ada temen pas lagi di Jerman mereka jalan jalan ke bazar, banyak produk kebutuhan yg dijual di bazar itu. Mereka mendengar salah satu pedagang menawarkan produk sepatu merk nasional kita. “Silahkan beli sepatu berkualitas hand made,” begitu teriak pedang. Teman tersebut melirik merknya dan ternyata sepatu itu merk lama asli Indonesia. Masyarakat eropa di sanna sangat tertarik dengan sepatu tersebut karena HAND MADE. Mereka begitu menghargai produk yang dihasilkan oleh Hand made. Harga jual di sana MAHAL untuk ukuran kantong kita. Sedangkan di sini merk tersebut mungkin hanya dipakai oleh anak sekolah dan masyarakat menengah saja.
Pembuatan sepatu handmade di Bandung (photo: toko-o.com)
Pembuatan sepatu handmade di Bandung (photo: toko-o.com)
INI menunjukan bahwa masyarakat kita masih banyak yang branded mainded. Mereka lupa kalau barang yang diproduksi oleh kita tidak kalah mutunya bahkan dihargai lebih mahal dibanding yang diproduksi oleh negara lain walaupun merknya sama.
KESIMPULANNYA, MUTU bukan jaminan untuk masyarakat kita mencintai produk dalam negeri. Diperlukan suatu GREGET langkah JITU untuk membudayakan masyarakat kita mau membeli dan mencintai produk kita sendiri.
APA ITU KIRA KIRA ?
LANGKAH JITU
Langkah Jitunya kira kira seperti gambaran di bawah ini:
Masyarakat muslim kita mungkin banyak yang percaya dengan pruduk makanan kita yang diolah oleh saudara sesama muslim cenderung HALAL.
Tetapi masyarakat kita lebih suka dan merasa aman bila mengkonsumsi produk produk yang mempunyai sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh MUI kita.
Masyarakat tidak ragu ragu membeli karena produk tersebut karena ada jaminan sertifikasi. Kadang masyarakat non muslim kita malah lebih suka produk yg punya sertifikasi halal tersebut mempertimbangkan masalah kesehatannya. Tidak mungkin non muslim malah menjauhi dan tidak membeli produk yang bersetifikasi halal tersebut dikarenakan beda agama.
Jelasnya bahwa Sertifikasi HALAL bisa menembus segala lapisan masyarakat kita tanpa memperdulikan sara dan harga. CONTOH di atas adalah ROADMAP jalan penunjuk kita menuju langkah jitu yang kita pertanyakan di atas. kita butuh SERTIFIKASI NASIONALISME atau PATRIOT di setiap produk kita. Sertifkasi yang dikeluarkan oleh lembaga/Komisi Independent di negara ini. Masyarakat akan membeli produk yang mempunyai sertifikasi Nasionalisme /Patriot untuk menunjukan bahwa mereka peduli dengan kemandirian bangsa ini (walaupun aslinya banyak yang kurang peduli) dan akan menimbulkan fenomena tersendiri dalam perdagangan di Indonesia yang tentunya untuk MEMACU kemandirian bangsa ini.
Ekspresi aku cinta Indonesia (photo: myinfrared.com)
Ekspresi aku cinta Indonesia (photo: myinfrared.com)
Bila selama ini ada SNI standart Nasional Indonesia yang melabelli produk produk yang beredar di pasar nasional kita menunjukan bahwa produk tersebut sudah memenuhi standart yang ditentukan oleh regulasi kita. MAKA Kita perlu SPI (Standar Patriot Indonesia) yang harus dicantumkan di semua produk lokal yang beredar di pasar kita.
SPI menunjukan bahwa produk tersebut hasil dari produk dalam negeri dan kandungan lokal bahannya lebih dari 75 persen. Dengan adanya sertifikasi ini dan diberi Logo SPI misalkan memakai logo burung garuda menunjukan mana mana saja produk yang sudah asli buatan kita sendiri, maka  akan Timbul Fenomena di tengah masyarakat kita” Gak pakai produk yg ada lambang garudanya berarti gak cinta produk Indonesia”. Mungkin ide di atas bisa MENGGUGAH rasa nasionalisme seluruh lapisan masyarakat kita dan mau membeli barang barang produk kita dengan alasan nasionalismenya yang tinggi, atau malu kalau dibilang kurang rasa nasionalismenya, atau sekedar untuk GENGSI saja. HAL ini pernah terjadi saat booming mobnas yang diikuti semua masyarakat ANTUSIAS ingin memiliki mobnas tersebut walau aslinya bukan produk dalam negeri.
Kita ingat bagaimana masyarakat Indonesia Timur sampai pada menunggu mau beli oto timor kapan datang di sini ?. Dan moment tersebut didahului dengan kebanggaan bangsa ini yang mampu membuat pesawat N250 dari tangan tangan terampil Techno-nasionalisme bangsa ini di tengah perayaan INDONESIA EMAS pada tahun 1995. Sayangnya asing keburu membunuh fenomena itu agar KEMANDIRIAN bangsa ini tidak berkembang.
Apapun produk yang beredar di pasaran dengan Logo Garuda/SPI maka kita tidak ragu membelinya karena secara langsung turut mensukseskan percepatan kemandirian bangsa. Pesan pesan untuk masyarakat agar mengutamakan membeli produk yang berlabel Garuda bisa digencarkan melalui media dan sistim materi pengajaran di sekolah sekolah sehingga dari dini anak anak kita tahu bahwa membeli produk berlabel garuda adalah PERWUJUDAN CINTA TANAH AIR.
TEKNIS Regulasi untuk produk apa saja yang bisa menyandang sertifikasi SPI dan berlogo garuda bisa kita cari formulanya yang tepat dan bisa dikonsultasikan antara Pemerintahan, DPR, Pengusaha, Pabrikan dan Pihak Akdemisi sehingga bisa dibuatkan undang undang yang mengatur bagaimana bentuk dan juga sanksi sanksinya. Dan tentunya juga produk tersebut juga sudah mengantongi SNI (Standart Nasional Indonesia). Tentunya ide di atas akan banyak ganjalan dari pihak produsen asing yang sudah lama enak enakan menikmati pasar nasional kita yang gemuk ini dengan membanjirinya dengan merk merk internasional, dan akan banyak yang ingin menggagalkannya atau membuat komisi boneka tandingan untuk mengaburkan SPI tersebut. Apalagi bila berkaitan dengan produk otomotif.
Masyarakat Indonesia CERDAS harus memulai belajar mengembargo diri sendiri (bisa mulai dikampanyekan dan diterapkan di lingkup keluarga) untuk menuju kemandirian bangsa dengan cara jitu dan digulirkan oleh pemerintah.(Satrio).